ngantar ajong

Paloh, Sambas – Kabupaten Sambas merupakan daerah yang memiliki kekayaan budaya yang sangat luar biasa. Salah satu kebudayaan yang tidak hilang adalah Antar ajong. Antar ajong ini dilestarikan pada dua kecamatan saja yaitu di kecamatan paloh dan Kecamatan Tangaran.

Antar ajung ini dilakukan setiap tahun oleh warga, terutama di kecamatan paloh. Ritual ini dilakukan pada saat musim tanam (padi). Hal ini dilakukan sebagai tradisi yang dilakukan masyarakat, dan diyakini dapat meningkatkan hasil panen di musim tanam yang baru.


Kepercayaan orang Paloh, tradisi ini juga tak dilepaskan dengan kisah Raden Sandhi yang diangkat sebagai menantu raja oleh "orang kebanaran" atau “orang halus”. Menurut masyarakat Paloh, Raden Sandhi bukannya mati, tapi dibawa orang kebenaran. Masyarakat Paloh sampai saat ini masih percaya dengan hal-hal berbau mistik.


Prosesi Antar Ajong (perahu) dilakukan dengan mengantarkan perahu-perahu kecil ke tengah laut (pantai) yang di atas perahu tersebut dibentangi layar untuk bisa berlayar jauh ke tengah laut. Pembuatan ajung ini di lakukan secara bergotong royong, mulai memotong, membelah bahkan hingga mengecat serta memberi bentuk layar ajung tersebut. Apabila ajung sudah seiap, maka dilakukan penerunan ajung di pantai (pantai tanah hitam) untuk mengarungi lautan luas.

sumber : https://www.google.co.id/search?q=ngantar+ajong&oq=ngantar+ajong&aqs=chrome..69i57.5382j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

Komentar